Posted on Monday, 1st February 2010 by ryan
ABCO atau ATM/Branch Cash Optimization (ABCO) adalah solusi teranyar yang dirilis SAS Institute Indonesia hari ini (26/1). Masih berbasis analytic, solusi ini diharapkan dapat membantu perbankan ritel Indonesia meningkatkan keuntungan dengan memangkas biaya operasional dan asuransi, serta menjamin kepuasan pelanggan.
Bagaimana caranya? ABCO yang dipasang di cash center milik bank dapat memprediksi jumlah uang tunai yang harus disiapkan di setiap ATM milik bank tersebut. Alhasil dengan jumlah uang tunai yang pas, pelanggan tidak akan kecewa karena tidak bisa menarik dana tunai dari rekeningnya. Sementara pihak bank pun tidak perlu menanggung biaya (operasional dan asuransi) yang tak perlu karena uang tunai yang menganggur di ATM-nya. Malahan dana yang tadinya menganggur itu bisa digunakan untuk berinvetasi yang lebih menguntungkan.
John Foulley (Practice Head, Banking Sector, SAS Asia Pacific) menyontohkan sebuah bank besar di India yang berhasil menghemat biaya sekitar US$1 juta per tahun. Selain menghitung cermat dana untuk ATM dan kantor cabang dengan ABCO, bank tersebut juga berupaya mengoptimalkan jalur distribusinya dengan memakai SAS Forecast dan SAS Operation Research.
Apa yang membuat solusi ABCO berbeda dengan yang lain? “Kami memiliki engine khusus yang dapat mengolah dan menganalisa data dalam volume besar,” jelas Jongki Sundah (Sales & Alliances Director, SAS Indonesia). Dan hasil analisa tersebut akan dibuatkan laporan (reporting) yang bisa dibaca dengan mudah oleh penggunga, tambah Kristianus Yulianto (Consulting & Services Manager, SAS Indonesia).
source : infokomputer
Kategori Software | Comments (0)


