Posted on Monday, 18th January 2010 by taufik
Fenomena game sejatinya telah melekat sejak masa kecil kita, namun dahulu kita hanya mengenal game-game dalam bentuk kaset yang berbentuk segi panjang, kemudian dimasukan dalam wadah atau mesin game yang dulu dikenal merek dagang jepang “Nintendo”, begitu sederhananya kita mengenal game di era 80-90. Seiring perkembangan teknologi yang begitu pesat, dijembatani oleh media-media yang juga berkembang menuju alam dunia maya, maka game pada masa Y2K saat ini merambah tidak hanya anak-anak, remaja, bahkan pemuda maupun orang dewasa yang mempunyai hobi game begitu “addicted”, sehingga menyita waktu mereka berhari-hari di depan layar komputer.
Dunia game saat ini merambah menuju dunia maya yang sering kita dengar dengan istilah “game online”, berbagai merek dagang dari mulai asia yang dimotori Jepang, Cina dan lainnya, juga Eropa. Saking gilanya seseorang pada game, terjadi kisah fenomenal di era awal tahun 2000-2001 dengan munculnya game CM atau lebih dikenal dengan Championship Manager milik perusahaan EAsport. Saat itu terjadi kasus sepasang suami-istri bertengkar hingga nekad bercerai hanya gara-gara suaminya ketagihan game CM tersebut. Terkesan ‘freak’ memang, namun itulah kenyataan dari fenomena game awal millenium.
Saat ini yang lebih sensasional lagi, kita dapat bermain game dengan simulasi jarak jauh atau sering disebut “online”. Kita dapat berkomunikasi secara langsung via internet melawan musuh dalam game dengan berbagai orang di berbagai negara. Dalam hal ini game “War Craft” lebih dominan diminati oleh berbagai kalangan, dari anak-anak, remaja, sampai seorang vokalis band terkenal bandung yang sekarang akan berganti nama amat meminatinya.
Seorang orangtua murid dari salah satu SMU di Bandung mengalami kewalahan menghadapi prilaku anaknya yang gila game. Hingga orang tua tersebut mengadukan hal ini pada guru dan meminta bantuan hal apa yang harus ia lakukan. Karena berbagai cara telah dilakukannya, namun berbagai cara pula anak tersebut mengecoh orang tuanya.
Dari persoalan-persoalan tersebut dapat diambil hipotesa bahwa, game pada masa 80-90 banyak diminati anak-anak sebagai pengisi waktu luang disaat mereka tidak dalam masa belajar atau diluar jam pelajaran. Namun, seiring berkembangnya teknologi dan informasi maka minat game bergeser menjadi hobi, bahkan dicintai oleh berbagai kalangan sebagai suatu nilai lain dalam kehidupan saat ini. Bahkan bukan hanya anak-anak, tapi juga remaja hingga orang dewasa, artis sekalipun.
Tags: ulasan
Kategori Games | Comments (0)


